Adat Istiadat Bali

Siapa yang tak kenal dengan salah satu pulau paling populer, yang bahkan namanya sering lebih terkenal dibandingkan dengan negaranya sendiri. Ya, Bali. Bali adalah salah satu pulau yang ada di Indonesia. Tepatnya berada di paling barat dari Kepulauan Sunda Kecil. Terletak di sebelah timur Jawa dan barat Lombok.

Pulau yang paling populer untuk dijadikan tempat liburan turis lokal maupun mancanegara ini ternyata bukan hanya sekedar indah dan populer di bidang pariwisata saja. Bali terkenal dengan adat dan budayanya yang sangat kental. Maka tak heran jika Bali memiliki adat istiadat yang banyak dan beragam. Ada upacara, pakaian, tarian, rumah dan bahkan makanan tradisional yang lezat dan khas bali. 

Bagi yang belum mengetahuinya, Bali adalah surganya kebudayaan. Anda bisa melihat tata kota yang modern dengan kedatangan banyak turis lokal dan mancanegara, namun ketahuilah, Bali tidak pernah sedikitpun melupakan dan meninggalkan adat istiadatnya. Setiap hotel dan tempat tempat pariwisata sudah diberkati untuk menjadi kota yang menntai budayanya sendiri. 

Untuk informasi, berikut ada beberapa adat istiadat khas bali yang berbeda dengan daerah lain. Pastinya ini bisa menjadi ilmu dan pelajaran Anda karena ini hanya bisa Anda temukan di Bali saja. Berikut adalah beberapa adat istiadat bali yang hanya ditemukan di bali. 

Kebiasaan Masyarakat Bali

Kebiasaan Masyarakat Bali

1. Meisaban

Meisaban adalah bentuk kegiatan yang rutin sehari hari dilakukan oleh seluruh masyarakat di Bali. Mereka melakukan ini di pagi hari setelah selesai memasak atau sebelum makan maknan yang telah selesai di masak. Tujuannya adalah penghormataan kepada Tuhan yang telah memberikan makanan untuk mereka. 

2. Karma Phala

Ini adalah kepercayaan yang sangat banyak dipercaya oleh masyarakat Bali. Mereka percaya bahwa setiap perbuatan baik yang diberikan akan berbuah perbuatan baik. Sedangkan perbuatan yang tidak baik akan berbuah keburukan juga. 

3. Kebiasaan Sopan

Etika atau khas masyarakat bali adalah kesopanannya. Ini menjadi tolak ukur tindak suatu masyarakat terutama bagi orang yang sudah tua tehadap anak-anaknya. Anak anak dilarang menggunakan bahasa kasar dan meninggikan suara saat berbicara dengan orangtua, misalnya seperti itu. 

4. Kasta

Kasta adalah bentuk lapisan masyaarakt yang ada di Bali. Biasanya dibedakan sesuai dengan posisi yaitu Brahmana, Ksatria, Wisya, dan Sudra. Biasanya masyarakat Bali menurut oleh kekuasaan Sudra. 

5. Ngejot

Ini adalah tradisi lama yang sudah mengakar yakni saling berbagi satu sama lain. Mereka saling memberikan makanan dan minuman pada sesame. Biasanya dilaksanakan pada saat upacara keagamaan. 

Upacara Ngaben

Upacara Ngaben´╗┐

Upaya ini tentu sudah sangat tidak asing. Sejak di bangku SD, buku pengetahuan sosial telah memberikan informasi bahwa upacara pembakaran mayat di Bali yang paling terkenal disebut dengan upacara Ngaben. Ini memang menjadi salah satu upacara kematian seseorang dan menjadi hal yang sangat penting bagi masyarakat Bali. 

Biasanya, upacara Ngaben dilakukan saat pendeta dari wilayah tersebut telah memberi tahu tempat mana dan waktunya tanggal berapa untuk proses pelaksaan upacara Ngaben ini. Tata caranya melakukan proses pelaksaan Ngaben cukup mudah yaitu sebagai berikut. 

Pertama, pihak keluarga dari orang yang meninggal telah menyiapkan jamuan bade dan lembu yang nantinya akan digunakan sebagai tempat mengantar jasad orang yang meninggal. Proses ini dilakukan secara bersama-sama sambil diiringi musik gamelan dan kidung. Tujuannya supaya roh bingung dan tidak kembali kepada keluarganya untuk menganggu. 

Kemudian ketika sampai di tempat upacra, jasad orangnya ditaruh di atas punggung lembu. Pendeta atau konsultas keagamaan akan memberikan mantra mantra dan langsung menyalakan api untuk mulai membakar jasad beserta lembunya. Setelah semua jasad terbakar, abunya akan dibuang ke sungai atau laut yang dekat dengan wilayah setempat. 

Selain upacara ini butuh bantuan banyak orang, bantuan ini juga membutuhkan banyak dana hingga tercapai dan terselenggara acara tersebut. Tapi salah stau solusi yang dilakukan masyarakat bali dengan membakar mayatnya secara masal. Ini adalah adat istiadat yang sudah sejak lama dilakukan, hanya saja karena butuh biaya yang cukup banyak, mereka banyak mengurungkan diri untuk melakukannya secara sendirian. 

Adat Istiadat Pernikahan 

Adat Istiadat Pernikahan

Adat seperti ini memang selalu ada di setiap daerah, hanya saja di Bali ada berbagai macam jenis adat istiadat soal pernikahan ini. Maka dari itu, bagi yang belum mengetahui apa saja adat pernikahan, silahkan simak materi di bawah ini. 

1. Upacara Ngekeb

Upacara ini dianggap sebagai upacara penghormatan atas perjuangan penagntin  wanita. Seorang wanita akan dibuat dan dimandikan kembang 7rupa dengan air merang untuk membersihkan rambutnya. Kemudian dibalur dengan lulur yang terbuat dari daun merak, bunga kenanga, kunyit, dan beras yang dihaluskan. 

Setelah melakukan upacara ini, pengantin wanit akan diantarkan ke sebuah ruangan khusus untuk pengantin wanita. Penagntin akan ditutupi dengan kain yang berwarna kuning. Melambangkan bahwa wania tersebut telah siap menjadi seorang istri atau menikah dengann orang yang sudah menikah.

2. Mungkah Lawang

Langkah ini adalah langkah buka pintu, yang mana dari pihak lelaki ada yang datang dan membawa pesan bahwa mempelai pria telah datang dan menunggu calon mempelai wanita. Ini memiliki simbol bahwa menerima tidak perlu memiliki karena beberapa orang sudah sadar maknu yang ditemukan. 

3. Upacara Mesegehadung

Upacara ini adalah upacara pemberian ucapan selamat pada pengantian yang baru saja menikah. Adatnya, perempuan akan mengenakan pakaian khas pernikaha bali dan di dalam kamar. Lelaki harus melepaskan pakainnya atau kain yang menutupi tubuh wanita. Lalu mereka akan menggantinya dengan memberikan uang logam yangs udah diikat dengan tali benarng. Biasanya jumlah uang yang diberikan atau diikatkan itu sejumlah 200 kepeng. 

4. Madengen-Dengen

Berbeda dengan lainnya yang ritualnya bisa dilakukan secara sendirian, ritual ini harus dipimpin oleh salah satu ketua di sini yaitu Balian. Upacara ini dilakukan untuk membersihkan dosa dan mennjauhkan diri dari hal hal yang bersifat negative. Sehingga saat keduanya hidup bersama sebagai suami istri tidak ada kesalahan apapun saat aku berbicara bukan.

5. Mewidhi Widana

Berbeda dengan yang lainnya, mengenakan pakaian tradisional khas pasangan malah dikenakan saat pasangan sudah selesai melakukan semua ritual. Tujuannya seperti mengulang untuk menyempurnakan dan membuat sat bahwa pernikahan mereka benar telah diakui. Upacara ini dipimpin oleh salah satu tetua Bali yakni seorang Sulingguh atau Peranda. 

Prosesnya cukup mudah, seorang pengantin pria dan wanita akan dibertahu agar mereka telah meminta izind and restu dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Mereka juga dibantu doa doa oleh para Balian yang memberikan dan menagntarkan doa ke mereka.

Dengan begitu, adat istiadat bali memang tidak mudah. Ada banyak hal yang baru aku pelajari, tapi pastinya akan menjadi hal yang sangat luar biasa. Ritual ini hanya bisa anda temukan di daerah Bali. Anda bisa mengajak murid, mahasiswa atau anank lainnya untuk menjemput atau naik taksi saja mya au. 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *