Mengenal Alat Musik Sasando Berasal Dari NTT dan Jenisnya

Alat Musik Sasando Berasal Dari NTT  – Indonesia memiliki berbagai macam alat musik daerah. Adapun salah satu alat musik daerah tersebut ialah sasando. Alat musik sasando ini termasuk alat musik tradisional daerah yang cukup terkenal.

Meski begitu, nyatanya ada segelintir orang yang belum mengetahui alat musik sasando berasal dari daerah mana dan penjelasan lainnya. Maka dari itu, pada kesempatan kali ini kami akan bagikan info lengkap mengenai asal alat musik sasando dan penjelasan lainnya.

Alat Musik Sasando Berasal Dari NTT

alat musik sasando berasal dari

Apabila anda termasuk orang yang masih bingung dan mempertanyakan alat musik sasando berasal dari mana?, anda perlu menyimak ulasan ini secara detail. Sasando adalah alat musik tradisional yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

Alat musik yang satu ini dibuat dari bambu dan daun lontar. Akan tetapi, belum banyak yang tahu mengenai asal mula sasando tercipta. Pembuat sekaligus pemain sasando, Jeagril Paah, mengungkapkan bahwa alat musik ini diciptakan dua penggembala domba pada abad ke-17 di Pulau Rote.

Sasando dibuat dari sebuah wadah yang digunakan untuk menimba air. Dua orang gembala tersebut kemudian baru menyadari ada suara-suara yang dapat dihasilkan oleh alat sederhana itu.

Mulanya, senar sasando dibuat dari lidi daun lontar sebelum akhirnya menggunakan senar yang biasa dipakai untuk biola. Setelah orang Portugis datang ke NTT dengan membawa biola, pada akhirnya senar sasando menggunakan senar kawat.

Cara mereka memperoleh senar kawat mulanya dengan sistem barter dengan orang Portugis. Setelah itu, sasando pernah punah sebab tidak pernah dimainkan lagi serta hanya dijadikan sebagai pajangan di rumah-rumah.

Baru setelah itu, ayah dari Kakek Jeagril yang adalah asisten Raja Rote memberitahukan hal tersebut kepada Raja Rote untuk kembali dikembangkan.

Cara Memainkan Sasando

Masyarakat Rote umumnya menyebut sasando sebagai sasandu yang memiliki pengertian sebagai alat yang berbunyi atau bergetar. Dalam bahasa Kupang disebut dengan sasando. Alat musik yang berdawai ini bisa dimainkan dengan cara dipetik menggunakan jari-jemari tangan.

Dengan bahan utama bambu, sasando didesain membentuk sebuah tabung panjang. Lalu di sisi tengahnya didesain melingkar dari bawah ke atas.

Kemudian diberi penyangga (disebut senda dalam bahasa rote). Penyangga ini sebagai wadah bertumpunya senar atau dawai yang direntangkan mengelilingi tabung bambu.

Di tiap petikan senar, senda ini bisa mengeluarkan nada dengan suara yang berbeda. Mulanya, alat untuk menyetam dawai dibuat dari bahan kayu. Caranya dengan memutar alat penyetam itu dan diketok untuk mengatur nada yang sesuai.

Setelah itu, tabung sasando diletakkan dalam sebuah haik. Haik itu sendiri merupakan sebuah anyaman dari daun lontar yang dipakai sebagai wadah dari sasando. Fungsi dari haik ini ialah sebagai resosansi alat musik sasando.

Jenis-Jenis Alat Musik Sasando

Pada zaman dahulu, jenis alat musik Sasando bisa dibedakan berdasarkan dari dawai yang dibawanya. Misalnya saja sasando dobel dengan 56 sampai 84 dawai, sasando engkel yang memiliki 28 dawai, dan sasando biola yang secara umun sering kita jumpai.

Namun sekarang ini jenis alat musik sasando sudah semakin beragam. Sebut saja sasando elektrik. Alat musik sasando berasal dari NTT yang satu ini sudah banyak beredar di pasaran. Sasando elektrik dibuat dari bahan yang lebih kuat.

Tujuan dari pembuatan sasando dengan varian ini tentunya sebagai langkah untuk tetap bisa melestarikan alat musik tradisional sasando. Dengan begitu, sasando bisa semakin berkembang.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *