Alat Serpih – Pengertian, Sejarah, dan Fungsi

Sejarah dan Fungsi Alat Serpih

Pada zaman prasejarah dimana tulisanpun belum ditemukan. Terdapat peninggalan-peninggalan dalam bentuk peralatan kehidupan sehari-hari seperti alat serpih. Zaman prasejarah sering juga disebut sebagai zaman pra-aksara. Lantaran masa peralihan dari zaman ke zaman tidak terjadi sekaligus melainkan bertahap. Hal tersebut uniknya terjadi merata di seluruh dunia.

Alat Serpih Ada Di Zaman Batu

Alat serpih merupakan alat yang dipakai untuk memperudah manusia yang hidup pada zaman pra-sejarah. Di Indonesia dan beberapa wilayah Asia Tenggara lainnya, banyak ditemukan alat serpih, kapak, perimbas, dan alat bantu batu lainnya. Menurut para penemu alat serpih pertama kali digunakan pada masa Palaeolitikum. Karena digunakan pada zaman batu tua, sehingga alat serpih pun sebagian besar terbuat dari batu walaupun masih ditemukan juga alat serpih yang terbuat dari bahan selain batu. Cara penggunaanya pun hanya mengandalkan tenaga tangan saja.Cara pembuatan alat serpih juga tergolong sederhana, dengan membelah batu yang berkuran besar. Kemudian batu-batu tersebut dibentuk menjadi lebih tajam dan mudah untuk dipegang.

Teknik Membuat Alat Serpih

Teknik Membuat Alat Serpih

Perkiraan waktu penggunaan alat serpih adalah pada masa 30.000-40.000 tahun yang lalu. Jika perkiraan tersebut tepat, maka alat serpih digunakan pada masa Plestosen akhir. Bahkan penemuan alat serpih di Indonesia memiliki usia yang lebih tua, karena pada awal masa Plestosen. Penemuan alat serpih di Indonesia tersebar mulai dari pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara. Bahkan penemuan alat serpih di Pacitan tepatnya di lembah kali Baksoko, Punung.

Di wilayah Kepulauan Indonesia sendiri, alat-alat serpih dari zaman prasejarah ini ditemukan di berbagai daerah, seperti di Sangiran dan Gombong Provinsi Jawa Tengah, Punung dan Ngandong Provinsi Jawa Timur. Di luar Pualu Jawa, alat serpih ditemukan di Mengeruda di Pulau Flores, Budaya Toalian Pulau Sulawesi, di Sangadat, Wilayah Gasi Liu di Timor, di samping alat serpih juga ditemukan di pulau Sumatera, tepatnya di Lahat (Sumatra Selatan).

Alat serpih yang ditemukan di lembah kali Baksoko di daerah Punung (Jawa Timur) merupakan salah satu penemuan terpenting dalam Budaya Pacitan. Tercatat sebagai penemuan prasejarah terbesar di Indonesia yang pernah ada. Penemuan alat serpih yang tersebar, diperkirakan karena proses migrasi pada masa itu.

Jika disebut sebagai alat bantu purba yang tidak memiliki teknik pembuatan. Pendapat tersebut dapat terbantahkan, sebab penemuan alat serpih terdapat proses pembuatan yang disengaja. Diduga pembuatan alat serpih menggunakan teknik Pseudo Levallois. Dimana pada batu dilakukan pemangkasan pada masing-masing sisi dan penajaman pada bagian ujung batu sebagai pemotong.

Fungsi Alat Serpih

Fungsi Alat Serpih

Alat serpih pada zaman batu purana digunakan oleh mereka sebagai alat bantu bekerja. Seperti alat bantu dalam melakukan kegiatan berburu, bertani, senjata, dan kegiatan rumah tangga purba lainnya. Disini dapat digali informasi bahwa manusia pada zaman itu pun telah berpikir untuk menciptakan peralatan yang mampu meringankan pekerjaan mereka. Walaupun masih memiliki ide yang sederhanan, alat tersebut jelas kemajuan dari pada hanya menggunakan tangan kosong. Ada banyak dugaan teknik pembuatan alat serpih, mulai dari teknik residu hingga teknik repas. Kedua teknik tersebut menggabungkan batu pada bentuk aslinya seperti sebelum dipecahkan.

Para ilmuwan dengan teliti dan tekun menganalisa satu per satu penemuan yang dikumpulkan. Agar mendapat gambaran sempurna mengenai sejarah pembuatan dan kegunaan dari alat serpih. Sebab dengan mengumpulkan data sedemikian rupa. Kita bisa mengetahui cikal bakal pisau misalkan. Generasi sekarang mampu belajar tentang luar biasa perkembangan pola pikir manusia purba dari zaman ke zaman.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *