Gejala, Penyebab, Cara Menyembuhkan Penyakit Tiroid | Apa Itu Tiroid

APA ITU TIROID – Penyakit tiroid merupakan permasalahan atau gangguan yang terjadi pada kelenjar tiroid, sehingga produksi hormon akan mengalami ketidakseimbagan.

Kelenjar tiroid ini terletak di bagian leher, di sekitar bawah jakun. Kelenjar ini berperan dalam mengatur berbagai sistem metabolisme yang ada di dalam tubuh, sehingga kelenjar ini memiliki peran yang sangata penting bagi tubuh manusia.

Dalam melaksanakan kinerjanya, kelenjar tiroid dikendalikan oleh otak, lebih tepatnya oleh kelenjar hipofisis (pituitary) dan hipotalamus yang kerjanya saling berkaitan.

Apabila tubuh sedang mengalami suatu kondisi yang menyebabkan hormon tiroid dalam tubuh rendah, maka otak akan merangsang kelenjar tiroid untuk meyesuaikan kinerjanya, sehinga hormon akan kembali seimbang.

Apa itu tiroid ? Penyakit tiroid adalah penyakit yang umum di masyarakat di berbagai golongan. Namun, penyakit tiroid lebih banyak menyerang wanita daripada laki-laki. Sekitar satu dari delapan wanita pasti akan mengalami gangguan tiroid semasa hidupnya.

Gangguan tiroid juga dapat menyerang seserang di segala usia. Kondisi ini dapat dihindari dengan mengurangi faktor risiko terjadinya gangguan tiroid. Oleh karena itu, menjaga makanan, pola hidup, serta selalu mengonsultasikan dengan dokter akan sangat membantu menjaga kesehatan tubuh kita.

1. Penyebab | Apa Itu Tiroid

apa itu tiroid

 

Dalam sebagian besar kasus tiroid, penyebab utamanya adalah adanya ketidakseimbangan hormon tiroid, dimana kadar hormon tiroid menjadi terlalu tinggi atau terlalu rendah. ketidakseimbangan hormon tiroid dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti berikut ini:

  • Adanya gangguan pada kelenjar hipofisis dan atau kelenjar hipotalamus di otak;
  • Kerusakan kelenjar tiroid akibat adanya radiasi;
  • Infeksi atau peradangan pada kelenjar tiroid akibat serangan virus atau bakteri;
  • Adanya pengaruh bahan kimia yang dapat merusak atau mematikan sel-sel kelenjar tiroid;
  • Dilakukannya pengangkatan kelenjar tiroid;
  • Kelebihan kadar iodin dalam tubuh.

2. Jenis-Jenis Penyakit Tiroid

apa itu tiroid

Penyakit tiroid yang seringkali menyerang di antaranya sebagai berikut:

  • Hipotiroidisme, merupakan suatu kondisi di mana jumlah hormon tiroksin dalam tubuh yang diproduksi oleh kelenjar tiroid berada pada kadar yang sangat rendah, sehingga tubuh mengalami defisiensi hormon ini. Jenis penyakit tiroid yang satu ini mayoritas dialami oleh wanita terutama yang berusia 60 tahun ke atas.
  • Hipertiroidisme, disebabkan oleh produksi hormon tiroid oleh kelenjar tiroid yang berlebihan, sehingga gangguannya disebut dengan hipertiroidisme.
  • Penyakit Gondok, yaitu terjadinya pembengkakan kelenjar tiroid yang menyebabkan munculnya benjolan besar di bagian leher. Benjolan di leher ini dapat semakin membesar sehingga dapat menekan tenggorokan atau kerongkongan.
  • Nodul Tiroid, merupakan munculnya benjolan padat atau benjolan berisi air pada kelenjar tiroid yang terletak di bagian leher manusia. Benjolan yang muncul ini dapat berupa tumor jinak atau kista, dan jumlahnya kemungkinan bisa lebih dari satu.

3. Gejala | Apa Itu Tiroid

apa itu tiroid

Gejala yang muncul akibat adanya gangguan tiroid berbeda-beda sesuai dengan jenis penyakit tiroid yang terjadi. Adapun beberapa gejala munculnya gangguan tiroid sebagai berikut:

  • Gejala umum yang ditunjukkan dari adanya gangguan tiroid ini di antaranya adalah konstipasi atau sembelit, sensitif terhadap suhu dingin, kelellahan, lemas, kulit kering, dan terjadinya kenaikan berat badan tanpa sebab yang begitu jelas.
  • Pada umumnya, kondisi yang menjadi gejala gangguan tiroid jenis ini adalah detak jantung yang cepat atau tidak beraturan, dada terasa berdebar-debar, terjadinya penurunan berat badan yang sangat cepat, tubuh sering berkeringat, sering merasa gelisah dan suasana hati cepat berubah.
  • Penyakit Gondok. Gejala yang muncul akibat penyakit ini adalah adanya pembesaran di daerah leher. Ketika kondisi semakin parah, akan terjadi perubahan suara, batuk, kesulitan untuk bernafas dan menelan makanan.
  • Nodul Tiroid. Gejala terjadinya gangguan tiroid jenis ini pada umumnya sangat sulit diketahui, sehingga hanya bisa dilakukan dengan adanya pemeriksaan kesehatan umum. Akan tetapi, jika nodul tiroid semakin membesar, maka penderitanya akan merasakan kesulitan untuk bernafas serta menelan makanan. Selain itu, terkadang nodul tiroid juga memproduksi hormon tiroksin, sehingga akan menimbulkan adanya gejala hipertiroidisme.

4.Diagnosis Penyakit Tiroid

Untuk mendiagnosis adanya penyakit tiroid dalam tubuh kita, diperlukan beberapa langkah pemeriksaan yang tentunya sangat mendetail. Pemeriksaan yang dilakukan yaitu pemeriksaan darah, USG, biopsi melalui aspirasi jarum halus, dan pemindaian dengan isotop radioaktif.

Pemeriksaan darah yang dianjurkan untuk dilakuka dalam mendiagnosa gangguan tiroid adalah evaluasi fungsi atau kerja kelenjar tiroid.

Dengan melakukan pemeriksaan ini, akan diketahui bagaimana kadar hormon tiroid dan TSH (thyroid-stimulating hormone), yang nantinya juga dapat digunakan untuk menentukan jenis penyakit hipotiroidisme ataukah hipertiroidisme yang dialami oleh pasien.

Dengan melakukan pemeriksaan USG dan pemindaian isotop radioaktif, akan diketahui ukuran serta jenis benjolan yang muncul di leher pasien, apakah pada kelenjar tiroid atau karena adanya gangguan kesehatan lainnya.

Sementara itu, pemeriksaan dengan biopsi melalui aspirasi jarum halus digunakan untuk mengetahui jenis sel yang terdapat dalam benjolan yang muncul. Berbagai pemeriksaan yang mendetail ini dilakukan agar hasil diagnosa yang ditunjukkan benar-benar akurat, sehingga penanganan penyakit juga dapat disesuaikan dengan hasil diagnosa.

5. Penyembuhan | Apa Itu Tiroid

Sebagian besar gangguan atau penyakit tiroid, tidak membahayakan penderita dan mampu dikendalikan dengan adanya penanganan medis. Akan tetapi, apabila gangguan kesehatan ini hanya dibiarkan dan tidak segera diperiksakan, maka dapat meningkatkan risiko munculnya kanker tiroid yang dapat mengancam nyawa pasien.

Setelah melakukan diagnosis dan diektahui jenis penyakit tiroid yang dialami pasien, selanjutnya dokter akan memutuskan jenis penanganan medis yang sesuai dengan kondisi penyakit tiroid tersebut. Penanganan medis yang ditentukan oleh dokter juga tergantung pada usia dan kondisi kesehatan pasien pada saat itu.

Dalam melakukan penanganan terhadap penyakit tiroid, terdapat tiga cara yang dapat digunakan, yakni dengan pemberian zat kimia, melakukan terapi ablasi iodium radioaktif, serta prosedur operasi atau pembedahan.

Zat kimia dipilih apabila penyakit tiroid masih dalam tahap yang awal dan masih bisa diatasi dengan bahan kimia saja, sedangkan terapi ablasi iodium biasanya dilakukan pada kasus hipertiroidisme yang tidak cukup diatasi dengan penyembuhan. Sedangkan tindakan operasi dipilih apabila kondisi penyakit tiroid pada tahap yang parah.

Penyembuhan yang digunakan dalam penyembuhan penyakit tiroid juga berbeda-beeda, sesuai dengan jenis penyakit tiroid dan kondisis kesehatan pasien. Adapun fungsi bahan kimia dan terapi radioaktif adalah untuk:

  • Meningkatkan kadar hormon tiroid dalam tubuh pada penderita hipotiroid.
  • Menurunkan kadar hormon tiroid dalam tubuh dengan menekan produksi hormon pada penderita penyakit jenis hipertiroid.
  • Mengatasi berbagai gejala yang timbul dari penyakit tiroid.
  • Menghancurkan sel-sel tiroid.

Adapun tindakan penanganan berupa operasi yang biasanya dilakukan pada penyakit tiroid yaitu operasi pembedahan untuk melakukan pengangkatan kelenjar tiroid atau tiroidektomi.

Prosedur pembedahan ini dapat dilakukan untuk mengangkat kelenjar tiroid yang telah membesar, atau untuk mengangkat benjolan yang terdapat di dalam kelenjar tiroid.

Demikian beberapa hal mengenai penyakit tiroid. Selalu jaga kesehatan dengan menjaga makanan, pola hidup, serta rutin melakukan pemeriksaan. Semoga Artikel seputar apa itu tiroid bermanfaat.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *