Cara Menanam Asparagus

Kini asparagus menjadi salah satu jenis sayuran yang banyak dikembangkan para petani sayuran di Indonesia karena nilai ekonomisnya. Sayuran yang satu ini banyak sekali diminati masyarakat, mulai dari ibu rumah tangga hingga koki di restoran untuk diolah jadi sajian makanan yang menggugah selera.

Pada sayuran asparagus ini yang dimanfaatkan adalah bagian tunasnya, sebab bagian tersebut merupakan bagian terlezat untuk diolah jadi hidangan kuliner. Selain itu, asparagus nyatanya juga punya banyak nutrisi baik untuk tubuh sekaligus bersifat diuretik yang mampu membantu memperlancar buang air kecil. Sehingga mampu membuat kinerja ginjal jadi lebih baik.

Cara menanam asparagus sendiri bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Namun untuk bisa memperoleh hasil yang maksimal maka Anda perlu mengetahui teknik atau cara menanam asparagus dengan baik dan benar. Penasaran seperti apa tekniknya? Simak cara menanam asparagus, berikut ini.

1. Mempersiapkan Lahan

Tak jauh berbeda dengan cara menanam tanaman yang lainnya, mempersiapkan lahan sangat penting dilakukan. Sebelum mulai menanaminya, lahan yang akan digunakan perlu dibersihkan terlebih dahulu dari gulma ataupun rumput liar. Kemudian lakukan pembajakan di seluruh area lahan secara merata.  Setelah proses pembajakan selesai, selanjutnya tambahkan pupuk organik di atas tanah tersebut. Anda bisa menggunakan pupuk kompos atau pupuk kandang. Selanjutnya buat lahan tanah tadi menjadi bedengan dengan lebar 120 cm x tinggi 20 cm serta kedalaman parit sekitar 40cm.

2. Penyiapan Benih 

Tahapan pembibitan tanaman asparagus bisa dilakukan dengan dua metode yakni melalui teknik vegetatif seperti kultur jaringan, stek atau tunas. Serta metode generatif dengan memanfaatkan biji. Dari kedua metode tersebut, pembibitan dengan menggunakan biji menjadi metode yang paling kerap digunakan. Dalam proses penyiapannya, benih atau bibit yang nantinya akan disemai harus direndam terlebih dahulu di dalam air bersuhu dingin sekitar 270 C selama kurang lebih 24 jam hingga 48 jam. Selama proses perendaman berlangsung, jangan lupa untuk sering mengganti air rendaman biji tersebut sekitar 2 atau 3 kali sambil menyortir biji asparagus yang mengambang.

3. Penyemaian

Setelah perendaman biji asparagus diangkat dan ditiriskan, proses selanjutnya adalah penyemaian pada media tanam yang sudah disiapkan. Penyemaian biji di atas tanah yang sudah dilubangi sedalam 2,5 cm dengan jarak tanam sekitar 15 x 10 cm. Dalam satu lubang, isi dengan satu butir biji benih lalu tutup bagian atas lubang tanam dengan tanah dan juga jerami. Selama masa persemaian, benih perlu dirawat dan dijaga dengan teliti supaya terhindari dari serangan hama maupun penyakit. Dalam proses ini, pemupukan juga harus dilakukan secara berkala. Setidaknya, pemupukan perlu dilakukan minimal 20 atau 30 hari sekali dengan pupuk kompos, organik maupun urea.

4. Proses Pemindahan Bibit ke Lahan Tanam

Proses pindah lahan biasanya dilakukan setelah benih yang disemai mulai tumbuh dan berusia sekitar 5 – 6 bulan. Ada sejumlah hal yang mesti diperhatikan ketika proses ini dilakukan, diantaranya,

  • Pemindahan bibit dilakukan dengan lebih dulu memilih bibit asparagus yang sehat, 
  • Ketika bibit asparagus sudah dicabut, maka harus segera dipindahkan ke media tanam, 
  • Saat memotong akar, coba sisakan setidaknya sekitar 20 cm. Lalu pangkas ujung tanaman hingga tanaman cuma setinggi 20 cm saja.
  • Sebaiknya penanaman dilakukan ketika pagi hari, maksimal jam 9 pagi atau setelah jam 4 sore hari. 
  • Gunakan jarak penanaman sekitar 40 sampai 50 cm dengan jarak antara baris sekitar 25 cm sampai 1,5m. 

5. Pemeliharaan

Ketika hendak menanam asparagus, tahapan pemeliharaan yang tak boleh dilewatkan ialah pemangkasan dan juga pemupukan susulan. Tahapan pemangkasan bisa dilakukan selepas induk tanaman mulai muncul tunas dan sisakan kurang lebih 8 sampai 10 tunas saja. 

Setelah masa panen sudah mulai dekat, cukup pelihara 3 sampai 5 batang asparagus saja. Sementara dalam tahap pemupukan susulan, sebaiknya gunakan pupuk kimia per satu bulan secara rutin. Dan jangan lupa, berikan pupuk kandang  per 3 bulan sekali.

6. Proses Pemanenan

Proses ini dapat dilakukan disaat tunas asparagus sudah mulai muncul ke permukaan tanah. Di saat kondisi pucuk asparagus masih dalam keadaan kuncup dan berumur sekitar 4 sampai 5 bulan setelah dipindah tanam. Dalam masa panen yang pertama dilakukan ketika tanaman asparagus telah berumur 4 bulan selepas pindah tanam. 

Selanjutnya di masa panen kedua bisa dilakukan ketika tanaman berumur 5 bulan dan panen bisa dilakukan setiap 2 hari sekali. Kemudian memasuki bulan selanjutnya, tunas asparagus bisa dipanen kapan saja.

Proses pemanenan bisa dilakukan dengan 2 metode, yakni dengan memangkas batang muda atau mencabutnya. Namun, metode pemanenan yang dianjurkan adalah dengan pemangkasan. Supaya sistem perakaran tidak rusak, karena bisa digunakan sebagai calon indukan yang berikutnya.

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *