Cara Menanam Melon Untuk Pemula

Cara Menanam Melon

Tahukah Anda? Ternyata melon bukanlah buah asli dari tanah Indonesia. Meski banyak dijumpai di tengah masyarakat dan jadi salah satu buah favorit, nyatanya buah yang bernama latin Cucumis melo L ini datang dari Persia yang kemudian menyebar ke berbagai wilayah di berbagai penjuru dunia. Dari Timur Tengah ke Eropa, Amerika, kemudian ke kawasan Asia, hingga sampai ke Indonesia.

Buah yang satu ini begitu cepat menyebar karena terbilang cukup mudah dibudidayakan. Baik secara profesional maupun ditanam sendiri di pekarangan. Cara menanam melon sendiri sangat dipengaruhi oleh penentuan lahan.  Pemilihan lahan yang sesuai akan membuat hasil panen buah melon jadi melimpah. 

Bagi para pemula yang baru memulai membudidayakan buah melon tentu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Dikarenakan perawatan tanaman melon membutuhkan perhatian yang sangat detail agar hasil yang diperoleh sesuai harapan.

Persyaratan yang Harus Dipenuhi Agar Tanaman Bisa Tumbuh

Sebetulnya, cara menanam melon untuk pemula bukan hal yang sulit dipelajari dan dilakukan. Ada beberapa hal yang mesti dipenuhi sebagai prasyarat tanaman melon bisa tumbuh dengan baik sehingga memperoleh hasil berlimpah. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan. 

  • Hindari pemilihan lahan yang memiliki kondisi berangin kencang. Karena hal ini dapat membuat batang, bunga hingga tangkai buah menjadi rontok dan patah.
  • Pilih lahan yang memiliki sinar matahari yang maksimal sepanjang hari.
  • Tanaman melon menyukai cuaca yang sejuk dan juga kering, sekitar 24 sampai 300 celcius.
  • Sebaiknya pilih musim kemarau saat menanam melon. Karena hujan yang terlampau sering dan deras kurang baik untuk tanaman melon. Sebab bisa membuat bunga hingga calon buah menjadi rontok.
  • Tanaman melon bisa tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah (350 sampai 950 mdpl).
  • Media tanam terbaik untuk tanaman melon adalah tanah liat berpasir yang memiliki unsur hara yang berlimpah.
  • Untuk PH tanah sangat baik jika memilih tanah ber-PH netral yakni antara 5 sampai 7

Cara Menanam Melon

Setelah memilih dan menentukan lahan, langkah selanjutnya simak cara menanam melon berikut ini.

1.Pemilihan Bibit

Pemilihan bibit yang baik menjadi bagian penting dari cara menanam melon terutama bagi pemula. Untuk bisa mengetahui apakah benih melon yang dipilih dalam kondisi baik ataukah tidak, Anda bisa merendam benih tadi ke dalam air furadam dan atonik kurang lebih sekitar 2 jam.

Jika setelah perendaman, pada benih melon yang mengapung maka benih tersebut kurang bagus untuk ditanam. Kemudian simpan benih dalam kondisi kering, agar terhindar dari jamur. Bila benih diletakan dalam polybag maka alasi bagian bawahnya dengan kertas koran supaya akar tanaman melon tak menembus tanah.

2. Penyemaian Benih Melon

Setelah memilih bibit yang baik, cara menanam melon selanjutnya adalah proses penyemaian benih. Sebelum mulai ditanam ke lahan, perlu dilakukan penyemaian pada benih melon. Simak tahapan penyemaian benih melon berikut ini. 

  • Rendam benih kurang lebih sekitar 3 jam agar bisa menghasilkan kecambah pada benih melon.
  • Masukkan benih melon yang sudah berkecambah tadi dalam polybag yang sebelumnya telah disiapkan dan diisi tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 4:1.
  • Selanjutnya, tutupi benih melon tadi dengan tanah yang sudah dicampur dengan abu sekam.
  • Siram benih secara rutin setiap pagi sehari satu kali dengan menggunakan semprotan.
  • Saat benih berusia 12 hari dan mulai tumbuh daun antara 3 sampai 5 helai, maka benih melon siap dipindahkan ke lahan yang sesungguhnya.

3. Menyiapkan Lahan

Sementara menunggu benih melon siap ditanam, Anda bisa mulai menyiapkan lahan untuk penanaman. Simak cara menyiapkan lahan tanam untuk melon berikut ini.

  • Gemburkan tanah dengan cara mencangkulnya secara merata. Hal ini juga sekaligus untuk menghilangkan gulma ataupun sisa tanaman yang sebelumnya karena jika dibiarkan bisa mengganggu pertumbuhan tanaman melon.
  • Jika dirasa tanah memiliki PH yang terlalu asam, Anda bisa menambahkan kapur dolomit. Tapi sebaliknya jika terlalu basa, maka Anda dapat menambahkan belerang, sebelum mulai menanaminya.
  • Setelah dibajak, biarkan lahan tadi paling tidak selama seminggu supaya mendapat sinar matahari yang cukup.
  • Setelah seminggu, buat bedengan dengan lebar 120 cm dan panjang 15 m, lalu tingginya sekitar 50 cm.
  • Di setiap bedengan berikan jarak sekitar 50 – 70 cm, ini berfungsi sebagai parit.l
  • Selanjutnya, pasangkan plastik mulsa menutupi setiap bedengan dengan dua lapis. Mulsa hitam untuk lapisan bawah dan mulsa berwarna perak untuk lapisan atas atau bagian luar.
  • Setelah selesai, jangan buru-buru membuat lubang tanam di plastik mulsa tersebut.  Akan lebih baik diamkan terlebih dulu bedengan tersebut selama seminggu setelah tertutup mulsa plastik. 
  • Jika sudah lewat seminggu, maka Anda bisa membuat lubang tanam dengan kedalaman sekitar 5 hingga 10 cm.

4. Proses Penanaman Bibit

Setelah lahan tanam sudah siap, selanjutnya pindahkan benih tanaman yang siap tanam ke bedengan. Dianjurkan untuk memilih musim kemarau saat ingin menanam melon. Cara terbaik menanam melon ialah dengan menanamnya bersama dengan media tanam yang ada di dalam polybag. Tapi jangan lupa lepaskan terlebih dahulu plastik polybag tersebut. Baru kemudian masukkan benih melon bersama media tanamnya tadi secara hati-hati ke bedengan dan jangan sampai akar bibit yang sudah terbentuk menjadi rusak.

5. Perawatan Tanaman Melon

Setelah benih melon dipindahkan dari polybag ke bedengan, perawatan rutin tanaman menjadi sangat penting untuk dilakukan. Tahapan perawatan dan pemeliharaan ini terdiri dari beberapa langkah. 

Mulai dari penjarangan, penyulaman, kemudian penyiangan, pengairan, dilanjutkan dengan pemupukan, hingga pemberian pestisida untuk mengantisipasi munculnya hama dan juga penyakit tanaman.

Kegiatan penyulaman, penjarangan, maupun penyiangan bisa dilakukan bersamaan dengan penyiraman tanaman. Anda bisa melakukan penyiraman secara rutin satu kali sehari di waktu pagi. Karena memang tanaman ini tidak membutuhkan air secara berlebihan. Pastikan agar proses penyiraman tak sampai membuat bedengan tergenang.

Untuk pemberian pupuk susulan, bisa dilakukan sebanyak 3 periode. Yakni ketika tanaman berumur 20, 40, dan juga 60 hari setelah bibit ditanam ke lahan tanam. Pemberian pupuk bisa disebarkan di area pinggir bedengan sesuai dosis.

Biasanya setelah tanaman melon berusia kurang lebih 120 hari, maka buah melon siap untuk dipanen. Buah yang sudah siap dipanen biasanya berukuran cukup besar dengan kulit berwarna agak kekuningan. Selain itu serat jala di kulit buah sudah terlihat dengan sangat jelas dan terasa kasar.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *