Contoh Variabel Penelitian beserta Jenis dan Contohnya

Variabel penelitian merupakan segala sesuatu yang bentuknya bisa apa saja, ditetapkan oleh seorang peneliti agar bisa dipelajari dan informasinya bisa didapatkan. Sehingga akhirnya bisa ditarik sebuah kesimpulan.

Variabel merupakan poin yang sangat penting dalam sebuah penelitian. Tidak mungkin seorang peneliti bisa melakukan penelitian jika tak ada variabel.

Variabel penelitian ditentukan dari landasan teori yang dipakai dalam penelitian, serta kejelasannya ditegaskan oleh hipotesis penelitian. Itu mengapa, jika landasan teori dalam suatu penelitian berbeda, hasil variabelnya juga akan berbeda.

Selanjutnya, variabel-variabel yang akan dipakai perlu dilakukan penetapan, klasifikasi dan identifikasi. Seberapa luasnya variabel penelitian juga bisa menentukan jumlah variabel yang bakal digunakan.

Variabel yang ada di ilmu ekstrak dan ilmu sosial memiliki perbedaan. Di ilmu ekstrak, variabel yang dipakai biasanya akan mudah diketahui karena bisa dilihat, diukur, dan divisualisasikan. Sementara variabel dalam ilmu sosial sifatnya abstrak, sehingga agak menyulitkan saat menggambarkan hal tersebut secara nyata.

Abstraknya variabel dalam ilmu sosial terjadi karena variabel tersebut lahir dari suatu konsep yang memang perlu dijelaskan, lalu bentuknya diubah supaya bisa diukur dan digunakan.

Contoh-contoh variabel penelitian sendiri dibedakan menjadi 5 hal, diantaranya sifat variabel, hubungan antar variabel, urgensi pembukaan instrumen, dan tipe skala pengukuran. Kelima hal tersebut terbagi lagi menjadi beberapa bagian. Berikut ini adalah penjelasan beserta contoh-contohnya:

Hubungan antar Variabel

Variabel Bebas (Independent Variable)

Variabel ini memiliki pengaruh atau menjadi penyebab terjadinya suatu perubahan pada variabel lain. Bisa dibilang, adanya perubahan pada variabel ini diasumsikan bakal mengakibatkan perubahan pada variabel lain.

Contoh:

Sebuah penelitian akan mencari tahu “pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi mahasiswa”. Dari penelitian tersebut, variabel bebasnya adalah “motivasi belajar”, karena variabel ini tidak bergantung pada variabel lain.

Variabel Terikat (Dependent Variable)

Variabel ini keberadaannya menjadi akibat dari adanya variabel bebas. Kondisi atau variasi dari variabel jenis ini sangat berkaitan dengan variasi di variabel lain.

Melihat contoh dari penelitian sebelumnya, yaitu “pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi mahasiswa” maka yang menjadi variabel terikatnya adalah “prestasi belajar siswa”. Alasannya, tinggi dan rendahnya variabel “prestasi mahasiswa” tergantung dari variabel “motivasi belajarnya”.

Variabel Kontrol (Control Variable)

Jenis variabel ini pengaruhnya dibatasi dan dikendalikan agar tidak mempengaruhi gejala yang sedang diteliti. Bisa dibilang, faktor luar yang tidak diteliti tidak mempengaruhi dampak dari variabel bebas terhadap variabel terikat.

Dalam beberapa penelitian, variabel ini tidak dituliskan secara gamblang, tetapi lebih condong ke penelitian yang sifatnya eksperimental. Sehingga variabel ini membutuhkan pengendalian yang sifatnya sangat penting.

Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi kompleksnya masalah yang sedang diteliti. Variabel ini juga sering dipakai jika peneliti akan melakukan penelitian yang sifatnya membandingkan sesuatu.

Mari kita melihat contoh dari penelitian “pengaruh metode kepemimpinan terhadap kinerja pegawai”.

  • Variabel bebasnya adalah “metode kepemimpinan”
  • Variabel terikatnya adalah “kinerja pegawai”.

Nah, variabel yang ditetapkan sama adalah sebuah mata pelajaran, misalnya pelajaran Biologi. Dengan penetapan variabel kontrol tersebut, besarnya pengaruh mengajar terhadap prestasi belajar siswa dapat diketahui secara pasti.

Sifat Variabel

Variabel Dinamis

Variabel ini adalah variabel yang bisa diubah keadaan ataupun karakteristiknya. Peneliti bisa melakukan manipulasi atau perubahan pada variabel ini, yang tentunya disesuaikan dengan tujuan yang diinginkan.
Perubahan yang dimaksud bisa berupa peningkatan atau penurunan. Contohnya adalah motivasi belajar, prestasi murid, kinerja pegawai, dan lainnya.

Variabel Statis

Variabel ini sifatnya tetap, konstan, dan tidak bisa diubah-ubah, baik itu keberadaannya ataupun karakteristiknya. Dalam kondisi normal, sifat-sifat tersebut bakal sulit untuk berubah. Contohnya yaitu status sosial, kemampuan ekonomi, tempat tinggal, jenis kelamin, dan lainnya.

Urgensi Faktual

Variabel Konseptual

Variabel ini tidak terlihat secara fakta serta tersembunyi di balik suatu konsep. Variabel ini hanya bisa diketahui dari indikator-indikator yang tampak. Contohnya adalah bakat, minat, motivasi belajar, konsep diri, kinerja, dan lainnya.

Keakuratan data yang ada pada variabel konseptual tergantung dari akuratnya indikator dari beberapa konsep yang peneliti sudah kembangkan.

Variabel Faktual

Variabel satu ini terlihat nyata pada faktanya. Contohnya seperti usia, suku, asal daerah, agama, pendidikan, asal sekolah, dan lainnya.

Jika muncul kesalahan dalam pengumpulan data, hal tersebut bukan akibat dari kesalahan instrumen, melainkan pada respondennya. Misalnya responden dalam penelitian tersebut tidak jujur atau adanya sifat-sifat buruk pada responden.

Tips Skala Pengukur

Variabel Nominal

Variabel ini hanya bisa dikelompokkan secara terpisah berdasarkan kategori dan diskrit. Itu mengapa variabel nominal disebut juga sebagai variabel diskrit. Melihat dari namanya saja, nominal atau nomi mempunyai makna “nama”. Hal tersebut menunjukkan bahwa tanda atau label hanya bisa dipakai untuk membedakan antar variabel. Variabel ini memiliki variasi yang paling sedikit. Contohnya yaitu: agama, gender, wilayah, dan lainnya.

Variabel Ordinal

Variabel ini memiliki variasi perbedaan, urutan, dan tingkatan. Namun, variabel ini tidak memiliki kesamaan jarak perbedaan dan tidak dapat dibandingkan. Pada urutan ini akan tergambar adanya gradasi atau sebuah tingkatan, tetapi itu semua tak bisa diketahui pasti.

Contohnya adalah peringkat dalam kejujuran, dimana selisih jarak pencapaian pretasi untuk juara 1, 2, 3, dan seterusnya tidak dipermasalahkan.

Variabel Interval

Skala variabel jenis ini bisa dibedakan, sifatnya juga bertingkat dan memiliki jarak yang sama dari satuan hasil pengukuran. Namun kesamaan tersebut tidak mutlak dan tidak bisa dibandingkan.

Contohnya adalah:

Penerimaan rapor dari hasil belajar siswa di sebuah kelas diberikan angka 5, 6 , 7, 8, 9, 10 dan seterusnya. Skala penilaian dari angka 1 sampai 10 memiliki satuan 1 per unitnya. Sedangkan jarak angka 4 ke 5 sama dengan jarak 5 ke 6, begitupun seterusnya.

Namun, poin tersebut tidak memiliki makna perbandingan. Artinya, angka 8 yang didapatkan oleh seorang siswa tidak berarti bahwa kepintaran siswa lebih baik dari siswa lainnya yang mendapat angka 4.

Variabel Rasio

Variabel ini memiliki skor, ada persamaan jarak perbedaan, bisa dibedakan, diurutkan, serta dibandingkan.

Contoh variabel penelitian jenis ini adalah berat badan, dimana seseorang yang berat badannya 52 kg adalah setengah dari orang yang berat badannya 104 kg.

Penampilan Waktu Pengukuran

Variabel Maksimalis

Variabel ini muncul jika saat proses pengumpulan data, terdapat dorongan kepada responden untuk menunjukkan penampilan yang maksimal. Contohnya seperti kreativitas, prestasi, bakat, dan lainnya.

Variabel Tipikalis

Sementara, variabel ini muncul jika saat proses pengumpulan data, tak ada dorongan kepada responden untuk menunjukkan penampilan maksimalnya. Variabel jenis ini lebih menekankan pada kejujuran diri terhadap variabel yang hendak diukur. Contohnya adalah kepribadian, minat, sikap terhadap pelajaran tertentu, dan lainnya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *