(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-7230939510079058", enable_page_level_ads: true });

Hadits Tentang Anak Yatim dan Keutamaan Menyantuninya

Hadits Tentang Anak Yatim – Kita tentu pernah mendengar istilah anak yatim. Yang dimaksud dengan anak yatim adalah anak yang ditinggal mati oleh ayahnya sebelum dirinya baligh.

Batasan anak disebut yatim yaitu saat dirinya sudah baligh atau masuk usia dewasa. Berdasarkan sebuah hadits tentang anak yatim telah dijelaskan batasan anak yatim.

Menceritakan bahwa Ibnu Abbas r.a. pernah menerima surat dari Najdah bin Amir Isinya adalah pertanyaan, salah satunya mengenai batasan seorang itu disebut yatim, Ibnu Abbas menjawab: “Dan kamu bertanya kepada saya tentang anak yatim, kapan terputus predikat yatim itu, sesungguhnya predikat itu putus bila ia sudah baligh dan menjadi dewasa.”

Hadits Tentang Anak Yatim dan Dhuafa

Hadits Tentang Anak Yatim

 

Menjaga atau mengurus anak yatim dan mengayominya sebagai kaum dhuafa mempunyai berbagai macam keutamaan. Seperti yang tertuang di dalam hadits berikut ini. Yang menerangkan bahwa pengurus anakyatim itu anantinya akan bersama dengan Rasulullah tinggal di dalam surga. Seperti sabda Rasulullah SAW:

أنا وكافل اليتيم في الجنة كهاتين وأشار بأصبعيه يعني السبابة والوسطى الترمذي

Artinya: “Aku dan yang mengurus anak yatim di surga seperti ini, beliau memberikan isyarat dengan kedua jarinya yaitu jari telunjuk dan jari kelingking” (HR. At Tirmidzi)

Dengan menyantuni anak yatim itu bisa melembutkan hati yang keras. Seperti bunyi hadits yang telah diriwayatkan oleh Abu Hurairah t ia berkata:

أن رجلا شكا إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم قسوة قلبه فقال امسح رأس اليتيم وأطعم المسكين

Artinya: “Sesungguhnya seseorang datang mengadu kepada Rasullah r atas keras hati yang dialaminya, beliau bersabda: Usaplah kepala anak yatim dan beri makanlah orang-orang miskin”. (HR. Ahmad).

Hadits Seputar Anak Yatim Beserta Artinya

hadits tentang anak yatim

Di bawah ini ada juga hadits yang menjelaskan tentang anak yatim lengkap dengan artinya. Hadits berikut memberikan motivasi bahwa anak yatim butuh bimbingan dan kasih sayang dalam perkembangannya. Maka diperlukan orang lain yang bisa menggantikan peran sebagai orang tua agar bisa menuntun mereka ke jalan hidup yang benar.

خَيْرُ بَيْتٍ فِى اْلمُسْلِمِيْنَ بَيْتٌ فِيْهِ يَتِيْمٌ يُحْسَنُ اِلَيْهِ وَشَرُّ بَيْتٍ فِى اْلمُسْلِمِيْنَ بَيْتٌ فِيْهِ يَتِيْمٌ يُسَاءُ اِلَيْهِ . رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهُ عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ “Sebaik-baik rumah orang Islam adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim dan diasuh dengan baik. Seburuk-buruk rumah orang islam adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim yang diperlakukan dengan jahat.” (HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah).

Hadits Tentang Anak Yatim dn Fakir Miskin

Di bawah ini adalah kutipan hadits yang isinya menyatakan bahwa orang yang gemar menyantuni anak-anak yatim juga fakir miskin maka mereka akan masuk kedalam surga.

“Barang siapa yang mengikutsertakan seorang anak yatim diantara dua orangtua yang muslim, dalam makan dan minumnya, sehingga mncukupinya maka ia pasti akan masuk surga” ( H.R. Abu Ya’la dan Thobroni, Shohih At Targhib, Al-Albaniy).

Kita jangan takutmenjadi miskin bila harta kita disedekahkan pada anak-anak yatim dan juga fakir miskin. Sebab hal itu juga akan membawa keberkahan untuk kehidupan kita.

Dari Annas R.a : “Nabi Muhammad SAW bersabda : “Pintu rizqi akan terbuka sampai ‘Arsy. Allah menurunkan kepada Hamban-Nya bagian rizqi mereka sesuai dengan banyaknya shodaqoh mereka. Barangsiapa yang sedikit mengeluarkan shodaqoh, maka Allah akan memberinya sedikit rizqi, dan barang siapa yang banyak mengeluarkan shodaqoh, maka Allah akan memberinya rizqi yang banyak” (H.R. Dailami).

Itulah beberapa hadits tentang anak yatim. Semoga dengan artikel ini kita semakin giat untuk bershadaqoh kepada anak-anak yatim dan fakir miskin.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *