(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-7230939510079058", enable_page_level_ads: true });

Penjelasan Hadits Tentang Pernikahan Dalam Islam Paling Lengkap

HADITS TENTANG PERNIKAHAN – Agama Islam merupakan agama fitrah, yang mana Allah telah menciptakan manusia sesuai dengan fitrahnya.

Manusia telah diperintah Allah SWT untuk selalu menghadapkan diri kepada agama fitrah agar tak terjadi penyimpangan dan manusia berjalan di atas fitrahnya. Pernikahan termasuk fitrah manusia.

Oleh karena itu Islam menganjurkan untuk menikah. Seperti yang telah diterangkan dalam hadits tentang pernikahan yang akan kita bahas berikut ini.

Menikah adalah naluri kemanusiaan atau gharizah insaniyah. Dan bila naluri tersebut tak dipenuhi dengan mengambil jalan yang sah, yakni pernikahan, maka ia akan mengikuti dan mencari jalan syaitan yang akan menjerumuskan manusia ke dalam lembah hitam yang nista.

Pernikahan adalah sunnah nabi yang dianjurkan. Ini menjadi sarana paling agung untuk memelihara kebutuhan dan juga memperkuat hubungan sesama manusia.

Hadits Tentang Pernikahan Dalam Islam

Penjelasan Hadits Tentang Pernikahan Dalam Islam Paling Lengkap

Dibalik adanya anjuran dari Nabi untuk menikah, pastinya terdapat hikmah yang dapat diambil. Seperti agar dapat menghalangi mata dan melihat hal yang tak diizinkan oleh syara’ serta untuk menjaga kehormatan diri anda.

Islam sangat memperhatikan pembentukan keluarga sampai terwujudnya keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah di dalam pernikahan. tujuan pernikahan adalah mengharapkan keridhoan Allah. Nikah adalah Sunnah Rasul seperti yang tertuang dalam hadits berikut ini.

  • Anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda: “Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !”(HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).
  • Empat macam sunnah para Rasul: berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah (HR. Tirmidzi).
  • Dari Aisyah, “Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu¡¨ (HR. Hakim dan Abu Dawud).
  • Sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya.” (HR. Baihaqi).
  • Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya ialah wanita shalihah.(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).
  • “Dunia ini dijadikan Allah penuh perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan hidup adalah istri yang sholihah” (HR. Muslim).
  • “Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah : Yaitu Orang yang berjihad/berperang di jalan Allah. Budak yang menebus dirinya dari tuannya. Pemuda /i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim).
  • “Wahai generasi muda ! Bila diantaramu mampu menikah hendaklah ia nikah, sebab mata akan lebih terjaga, kemaluan lebih terpelihara.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud).

Hadits Tentang Pernikahan Beda Agama

 

hadits tentang pernikahan

Apakah di dalam Islam diperbolehkan pernikahan beda agama? Dalan kehidupan sekarang ini, pernikahan antara dua orang yang seagama adalah hal yang dianjurkan dalam Islam dan sudah menjadi hal biasa. Akan tetapi dengan membawa nama cinta, sekarang banyak dilakukan pernikahan beda agama atau yang disebut dengan nikahcampur.

Ini sebenarnya sudah diatur dalam agama kita dengan baik. Secara umum, kita bisa tahu bahwa pernikahan lintas agama terbagi dalam dua bagian:

Pria Muslim dengan Wanita Non Muslim

Pernikahan pria muslim dengan wanita non muslim. Menurut pendapat dari sebagian ulama hal ini diperbolehkan. Dengan berbagai syarat sepert:

  • Jelas Nasabnya.
  • Berpegang Teguh Pada Kitab Taurat dan Kitab Injil.
  • Wanita Ahli Kitab nantinya mampu menjaga anaknya dari bahaya fitnah.

Seperti pada hadits berikut ini. Hadits Riwayat Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Sahabat Thalhah, Sahabat Hudzaifah, Sahabat Salman, Sahabat Jabir dan beberapa Sahabat lainnya, semua telah memperbolehkan pria muslim menikahi wanita Ahli Kitab. Sahabat Umar bin Khattab berkata:

“Pria Muslim diperbolehkan menikah dengan wanita Ahli Kitab dan tidak diperbolehkan pria Ahli Kitab menikah dengan wanita muslimah”.

Bahkan Sahabat Hudzaifah dan Sahabat Thalhah pernah menikah dengan wanita Ahli Kitab namun akhirnya wanita tersebut masuk Islam.

Dengan begitu, keputusan memperbolehkan menikah dengan wanita Ahli Kitab adalah Ijma’ atau menjadi kesepakatan para ulama dalam menetapkan suatu hukum dalam agama berdasarkan Al-Qur’an juga Hadits dalam suatu perkara.

Para Sahabat. Ulama’ besar Ibnu Al-Mundzir menyampaikan jika ada Ulama’ Salaf yang mengharamkan pernikahan tersebut, maka riwayat tersebut tidak Shahih.

Wanita Muslimah dengan Pria Non Muslim

Pernikahan antara wanita muslimah dengan pria non-muslim, tetap diharamkan, baik dengan pria Ahli Kitab atau seorang pria musyrik.

Hal ini karena dikhawatirkan wanita yang telah menikah dengan pria non-muslim tidak bisa menahan godaan yang ada. Seperti wanita tersebut tidak bisa menolak permintaan suami yang bertentangang dengan syariat Islam.

Kitab tafsir Al-Tabati dari Imam Ibnu Jarir At-Tabari, Hadits Riwayat Jabir bin Abdillah, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Kami (kaum muslim) menikahi wanita Ahli Kitab, tetapi mereka (pria Ahli Kitab) tidak boleh menikahi wanita kami”.

Hadits Tentang Menikahi Janda

Meski Rasulullah menganjurkan pada pemuda lajang untuk menikah dan mengutamakan memilih gadis, tapi ini tak berarti beliau melarang menikahi seorang janda.

Untuk pria, menikah dengan seorang janda dapat dilakukan. Terlebih lagi jika diniatkan untuk menyantuni wanita tak bersuami dan anak yatim. Bila ini dilakukan secara ikhlas,maka akan membuahkan pahala besar.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

السَّاعِى عَلَى الأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِينِ كَالْمُجَاهِدِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ، أَوْ كَالَّذِى يَصُومُ النَّهَارَ وَيَقُومُ اللَّيْلَ

Artinya: Orang yang berusaha memenuhi kebutuhan janda dan orang miskin, pahalanya seperti mujahid fi Sabilillah atau seperti orang yang rajin puasa di siang hari dan rajin tahajud di malam hari. (HR. Bukhari 6006 & Muslim 7659).

Termasuk menikahi janda untuk menolongnya. Namun janda mana yang dimaksud?

dalam al Minhaj Syarh Shahih Muslim (18:93-94), ulama mengatakan “armalah” yang disebut di dalam hadits yaitu seorang wanita yang tak punya suami, baik menikah atau belum. Ada juga yang menyebut armalah adalah wanita yang cerai dari suaminya.

Hadits Tentang Pernikahan Dini

Asadullah Dastani Benisi dan Imam Muhammad Syirazi berpendapat, budaya pernikahan dini dibenarkan Islam. Bahkan sejak mulai awal Islam menjadi norma muslim.

Ibnu Syubromah menyikapi pernikahan Nabi SAW dengan Aisyah yang saat itu masih berumur 6 tahun. Ia menganggap hal ini merupakan ketentuan khusus untuk Nabi SAW yang tidak bisa ditiru oleh umat Islam.

Di kalangan sahabat menikah dini sudah lumrah menurut pakar mayoritas hukum Islam. Bahkan sebagian ulama mewajarkan hal tersebut sebagai hasil interpretasi dari Surat al Thalaq ayat 4.

“Dari Aisyah ra (menceritakan) bahwasannya Nabi SAW menikahinya pada saat beliau masih anak berumur 6 tahun dan Nabi SAW menggaulinya sebagai istri pada umur 9 tahun dan beliau tinggal bersama pada umur 9 tahun pula” [Hadis Shohih Muttafaq ‘alaihi].

Hukum asal sunnah dari hadits tentang pernikahan dini dapat berubah menjadi wajib atau haram berdasarkan kondisi orang yangmenikah. Hukum menikah wajib bila tak bisa menjaga kesucian dan akhlak. Sebab kesucian dan akhlak wajib bagi semua umat muslim.

Jika pernikahan dengan alasan ingin menyakiti istri atau mengincar harta dan sesuatu yang dapat menimbulkan bahaya bagi agama itu haram hukumnya.

Itulah beberapa hadits tentang pernikahan. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *