Nama Bola Bulu Tangkis, Sejarah dan Karakteristiknya

Nama Bola Bulu Tangkis – Penamaan untuk sebuah benda tentunya mempunyai sejarah dan juga maksud tersendiri. Begitu juga nama bola bulu tangkis yang digunakan sebagai alat permainan badminton ini.

Istilah shuttlecock digunakan untuk menyebutkan nama bola yang dipakai dalam permainan olahraga bulu tangkis ini.

Kok merupakan sebutan atau nama bola bulu tangkis yang digunakan dalam olahraga bulu tangkis ini. Dimana bentuk bola tersebut tersusun dari beberapa jumlah bulu yang memiliki warna putih.

Akan tetapi apakah anda tahu, dibalik nama shuttlecock itu sendiri? Kita akan bahas hal tersebut secara lengkap dalam ulasan di bawah ini.

Nama Lain Dari Bola Bulu Tangkis

nama bola bulu tangkis

Sebenarnya, kata kok berasal dari bahasa Inggris yaitu cock, itu artinya ayam jantan. Karena pada zaman dulu bulu kok dibuat dengan bahan yang diambil dari bulu ayam. Akan tetapi, saat ini sudah banyak kok yang dibuat menggunakan bulu angsa.

Akan tetapi, nama cock ini sudah diganti menjadi shuttlecock dalam bahasa Inggris. Nama ini dibuat dengan alasan pergerakan bola yang bolak-balik saat berada di dalam lapangan.

Nama Bola Bulu Tangkis

Bola bulu tangkis ini seperti yang dijelaskan di atas tadi bernama kok dalam bahasa Indonesia. Dan dalam bahasa Inggris disebut shuttlecock. Dibuat dari rangkaian bulu angsa yang disusun dan membentuk kerucut yang terbuka.

Di bagian pangkal bola terbuat dari bahan gabus dengan bentuk setengah bola. Jika dulu bola kok dibuat asli dari bulu ayam atau angsa, sekarang banyak kok yang dibuat dari plastik. Dengan majunya teknologi masa kini, bisa menciptakan kok dari plastik.

Sehingga mempunyai tingkat kecepatan yang berbeda. Disamping harganya lebih murah, daya tahannya juga lebih lama dibandingkan yang dibuat dari bulu asli.

Karakteristik / Standar Bola Bulu Tangkis

Ketika akan membuat kok, tentu saja tidak boleh asal buat. Terdapat standar tertentu yang harus dipatuhi. Standarseperti ini telah ditetapkan oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia ataupun The Badminton World Federation (BWF), yaitu:

  • Bola kok harus memipunyai 16 buah bulu
  • Dari semua bulu kok harus mempunyai panjang sama yaitu 62mm-70mm
  • Ujung bulu tersebut harus ditancapkan dengan cara tersusun dan dapat membentuk lingkaran yang memiliki diameter 58mm-68mm.
  • Bulu untuk bola kok itu harus tergabung jadi satu kesatuan yang kuat.
  • Pangkal dari kok yang terbuat dari gabus dibentuk setengah bola. Ukuran diameternya antara 25mm-28mm.
  • Berat kok 4,47 gram hingga 5,50 gram.

Sejarah Kok (Shuttlecock)

nama bola bulu tangkis

Mulanya, di samping menggunakan gabus, shuttlecock juga dibuat dengan menggunakan bulu ayam. Itulah kenapa, bola bulu tangkis ini diberi nama dengan sebutan cock yang dalam bahasa Inggris artinya ayam jantan.

Akan tetapi karena dalam bahasa inggris kata cock juga memiliki konotasi yang negatif, maka untuk penamaan bola bulutangkis diganti menjadi shuttlecock. Shuttle berasal dari gerak yang berbolak balik yang sering dilakukan oleh pemain selama dalam pertandingan bulutangkis di lapangan.

Seiring berjalannya waktu, kok bukan lagi dibuat dengan menggunakan bulu ayam, tetapi bulu angsa. Bulu yang dipakai adalah bulu yang berasal dari sayap kiri nya saja. Hal ini bertujuan untuk menjaga supaya shuttlecock dapat berputar secara konsisten.

Selain itu, shuttlecock juga didesain secara aerodinamis dan juga stabil. Seperti halnya desain pesawat ulang alik yang menggunakan alat tenun.

Tips Menjaga Bola Badminton Agar Awet

Mungkin untuk anda penggemar permainan bulu tangkis, anda pasti mencari tips bagaimana menjaga agar kok bisa tetap awet. Untuk itu, kami ada tips supaya kok anda bisa awet dan tahan lama. Kok harus di lembabkan dalam artian bukan dibasahi.

Kok harus dilembapkan minimal 4 jam sebelum digunakan untuk bermain. Hal ini bertujuan untuk menjaga supaya kok bisa terbang dengan jarak yang benar dan dengan menghasilkan kecepatan yang tepat. Selain itu, melembabkan kok juga bertujuan supaya kok bisa lebih bertahan lama.

Alasannya adalah karena bulu kok yang kering akan rapuh dan mudah pecah. Sehingga nantinya tentu bisa membuat kok menjadi goyah. Akan tetapi, jika bulu pada kok terlalu basah atau lembek, ini juga bisa membuat bentuk kerucut kok menjadi semakin sempit.

Dan ini akan membuat kok terbang terlalu cepat atau terlalu jauh. Oleh karena itu, biasanya saat anda akan melembabkan kok sebaiknya menggunakan kotak humidifikasi.

Intinya, anda harus menjaga selalu agar shuttlecock tetap berada dalam suhu ruangan. Jangan sampai terkena sinar matahari langsung ataupun diletakkan di dasbor mobil.

Sebaiknya anda simpan shuttlecock di dalam kamar mandi. Sebab dengan kelembaban kamar mandi, itu akan menjaga shuttlecock tetap awet.

Setelah anda mengetahui nama bola bulu tangkis, karakteristik dan juga tips dalam merawatnya, maka sekarang anda bisa bermain bulu tangkis dengan kok yang awet dan tahan lama saat digunakan.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *