Bahaya Penyakit Sampar pada Ternak dan Manusia Patut Diwaspadai

Penyakit sampar atau pes termasuk jenis penyakit yang mematikan apabila tidak segera ditangani. Hal ini dikarenakan penyakit sampar bisa berkembang secara cepat. Seseorang yang terkena penyakit pes ini akan memunculkan gejala tertentu.

Gejala Awal Sampar

penyakit sampar

Gejala awal sampar ditunjukkan dengan gejala yang sekilas mirip flu, seperti demam. Pada umumnya, gejala awal ini terjadi dua hingga enam hari setelah terinfeksi. Gejala sampar ini juga bervariasi tergantung jenisnya.

Untuk sampar pada sistem limfatik (bubonic plague) ditandai dengan pembesaran kelenjar getah bening (limfadenopati) pada lipat paha, ketiak, atau leher sebesar telur ayam, demam, menggigil, nyeri otot, pusing, lemas, dan kejang.

Sedangkan untuk sampar pada aliran darah (septicemic plague) ditandai dengan nyeri perut, diare, mual, muntah, demam, lemas, perdarahan, syok, dan gangrene.

Jenis penyakit sampar ini bisa mengakibatkan kematian bahkan sebelum gejala muncul. Lain halnya dengan sampar pada paru-paru (pneumonic plague) yang ditandai dengan batuk darah, sesak napas, mual, muntah, demam tinggi, pusing, dan tubuh terasa lemas.

Gejala ini bisa berkembang sangat cepat serta mengakibatkan penderita mengalami gagal napas dan bahkan syok dalam waktu dua hari setelah terinfeksi.

Penyakit Sampar pada Ternak

penyakit sampar

 

Penyakit sampar juga bisa menyerang hewan, misalnya unggas. Pes yang menyerang unggas disebut dengan istilah Howl Plague. Sementara jika penyakit pes menyerang ternak sapi dikenal dengan Rinderpest.

Lain halnya jika menyerang itik, maka dikenal dengan Duck Plague. Penyakit pes pada sapi, domba, dan kelinci, yang memunculkan gejala penyakit pneumonia seringkali juga disebut dengan pneumotic pateureliosis.

Perlu diketahui, pes yang menyerang ternak sebenarnya disebabkan oleh berbagai bakteri. Hanya saja, hewan-hewan tersebut memunculkan gejala yang hampir sama.

Penyakit pes memang bisa menjangkit hampir semua hewan, akan tetapi hewan utama pembawa penyakit ini ialah hewan-hewan pengerat seperti halnya tikus, kelinci, tupai, dan hamster.

Anjing dan kucing yang umumnya dijadikan sebagai hewan peliharaan juga bisa menularkan penyakit pes ke manusia. Pes dari tikus bisa menular ataupun menyebar ke manusia dikarenakan oleh gigitan pinjal atau flea yang seringkali ada di rambut-rambut tikus.

Maka dari itu, pinjal disebut dengan vektor penyakit pes.

Penyakit Sampar pada Manusia

Bakteri penyebab pes yang ada di dalam hewan pengerat dapat masuk ke tubuh manusia ketika mengalami kontak dengan hewan yang telah terpapar infeksi bakteri tersebut. Adapun kontak yang terjadi bisa kontak tak langsung dengan melalui gigitan pinjal yang hidup pada hewan pengerat tersebut.

Ataupun kontak langsung dari darah hewan yang terpapar infeksi masuk melalui kulit manusia yang tengah luka. Penyebaran antarmanusia bisa terjadi pada pes paru-paru dengan melalui cipratan ludah ketika penderita pes batuk dan terhirup oleh orang lain.

Supaya tidak terserang ataupun tertular penyakit sampar, anda harus mengetahui beberapa kondisi yang bisa meningkatkan resiko seseorang terkena penyakit tersebut.

Adapun kondisi tersebut diantaranya yaitu tinggal di daerah yang memiliki sanitasi buruk serta populasi hewan pengerat yang banyak, melakukan kegiatan di alam terbuka, kontak dengan hewan yang mati atau terinfeksi pes, berprofesi sebagai dokter atau perawat hewan, dan bepergian ke area dimana ada infeksi pes.

Penyakit Sampar Dalam Alkitab

penyakit sampar

Dalam Ibrani, kata sampar (de╩╣ver) berasal dari kata dasar yang memiliki pengertian membinasakan. (2Taw 22:10) Di berbagai ayat alkitab, sampar dihubungkan dengan penghakiman ilahi kepada umat yang menyandang nama Allah dan para penentang mereka. Kel 9:15; Yeh 38:2, 14-16, 22, 23; Bil 14:12; Am 4:10.

Akibat yang didapat dari meninggalkan hukum Allah. Bangsa Israel sudah diperingatkan bahwa apabila mereka tak mau berpegang kepada perjanjian Allah dengan mereka, maka Ia akan mengirimkan sampar kepada mereka. (Im 26:14-16, 23-25; Ul 28:15, 21, 22).

Dalam banyak kasus, penyakit sampar disebabkan oleh dosa yang dilakukan oleh orang-orang ataupun bangsa-bangsa. Mereka akan menuai apa yang telah mereka tabur; tubuh jasmani mereka akan mengalami efek-efek perbuatan mereka yang salah.

Penyakit sampar ini sering dihubungkan dengan bala kelaparan dan pedang (Yer 21:9; 27:13; Yeh 7:15). Hal ini sesuai dengan fakta-fakta yang diketahui. Pada umumnya, sampar timbul beriringan dengan atau usai perang serta kekurangan makanan.

Jika pasukan musuh menyerang suatu negeri, maka kegiatan pertanian dihambat serta panenan seringkali disita atau bahkan dibakar. Kota-kota yang dikepung oleh serangan musuh akan terputus dari sumber-sumber makanan di luar.

Akibatnya, bala kelaparan muncul di antara penduduk yang terpaksa harus hidup di tengah-tengah kondisi yang terlalu padat serta tidak bersih. Dibawah kondisi yang seperti itu, daya tahan akan penyakit pun merosot. Hal inilah yang membuat jalan untuk serangan sampar yang mematikan semakin terbuka lebar.

Penyakit Sampar Adalah

Sampar (plague) itu sendiri adalah penyakit yang diakibatkan oleh infeksi bakteri Yersinia pestis. Seseorang bisa terkena penyakit pes ini apabila digigit oleh pinjal (sejenis serangga) yang terpapar bakteri Yersinia pestis setelah menggigit hewan yang sudah terinfeksi.

Serangga pinjal yang menularkan penyakit pes tersebut hidup dengan cara mengisap darah hewan pengerat.

Orang yang terpapar infeksi pes akan mengalami sakit (masa inkubasi) usai 2-6 hari. Akan tetapi, sekarang ini dikenal penyakit pes jenis baru dengan masa inkubasi 2-4 hari.

Untuk diagnosis penyakit pes, dokter akan mengajukan pertanyaan sekaligus melakukan pemeriksaan fisik sesuai gejala. Selain itu, tes darah juga dilakukan untuk memastikan keberadaan bakteri.

Sampel cairan yang didapat dari kelenjar getah bening yang bengkak juga akan diambil untuk memastikan keberadaan pes dalam sistem limfatik.

Lain halnya untuk penyakit pes pada paru-paru, pemeriksaan dilakukan pada sampel cairan yang didapat dari lendir saluran napas melalui tindakan bronkoskopi.

Penderita sampar yang dirawat di rumah sakit diberi obat antibiotik, seperti ciprofloxacin atau gentamicin. Tak hanya itu, pasien juga diberi cairan melalui infus dan tambahan oksigen.

Penyakit Pes

Jika penyakit sampar tidak ditangani secara cepat dan tepat, maka penyakit ini bisa mengakibatkan komplikasi penyakit pes. Adapun komplikasi penyakit pes ini diantaranya yaitu meningitis, ganggren yang bisa berakibat amputasi, dan bahkan kematian. Agar terhindar dari penyakit pes, anda memang harus melakukan berbagai pencegahan.

Adapun salah satu pencegahan penyakit pes ialah menjaga kebersihan lingkungan. Anda bersihkan area yang potensial sebagai sarang penyakit pes, seperti tumpukan sikat, kayu bakar, batu, dan sampah.

Selain itu, jauhkan hewan peliharaan anda dari kutu. Anda bisa tanyakan kepada dokter hewan tentang kesehatan hewan peliharaan sekaligus produk yang dapat membasmi kutu pada binatang.

Jangan lupa juga untuk selalu memakai sarung tangan ketika menangani hewan yang berpotensi terpapar infeksi. Penggunaan sarung tangan ini bertujuan untuk mencegah sentuhan antara kulit anda dengan bakteri yang berbahaya.

Selain itu, gunakan obat nyamuk. Anda harus selalu mengawasi anak-anak serta hewan peliharaan ketika menghabiskan waktu di luar rumah dengan cara menggunakan losion anti nyamuk.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *