[Lengkap] Rumus Luas dan Keliling Bangun Datar

Sebuah bangun datar pada teori matematika merupakan sebuah bangun dua dimensi dan tidak memiliki volume atau isi, dimana bidang tersebut dibatasi oleh sebuah garis. Banyak sekali jenis bangun datar yang sudah diketahui, antara lain seperti persegi atau bujur sangkar, persegi panjang, segitiga, lingkaran, trapesium, layang-layang, belah ketuat, jajaran genjang dan masih banyak lagi jenis bangun datar yang lain baik simetri maupun asimetri.

Rumus Luas Bangun Datar

rumus Luas Bangun Datar

Setiap bangun datar pasti memiliki ukuran luas yang bisa menentukan seberapa besar area yang terdapat pada bangun datar tersebut. Cara mengukur luas area bangun datar tersebut biasanya dengan menggunakan rumus, dan rumus masing-masing bangun datar pastilah berbeda-beda. Bangun datar hanyalah mempunyai panjang dan lebar, dan dua bagian itulah yang akan dipakai untuk mencari luas tadi.

Luas sendiri memiliki arti sebagai besaran yang menyebutkan sebuah ukuran bidang dua dimensi sebuah bagian permukaan yang ada batasannya. Masing-masing bangun datar tersebut biasanya memiliki panjang dan lebar sebagai penunjuk ukuran dalam mencari luas tersebut.

Karena secara pengertian katanya sendiri, luas itu sama juga dengan lapang atau lebar. Sehingga lebar bisa menjadi salah satu faktor penting juga dalam mencari luas. Untuk bentuk bangun datar yang masih bersifat sederhana seperti persegi atau persegi panjang, masih bisa hanya menggunakan panjang dan lebar dalam rumus luas tersebut.

Dengan demikian rumus luas untuk persegi dan persegi panjang hanya berbentuk panjang dikali lebar atau sisi dikali sisi sebagai pengganti ukuran panjang dan lebar. Atau jika dengan menggunakan simbol, luas persegi adalah s x s, sedangkan luas persegi panjang adalah p x l.

Rumus Luas Persegi

Rumus Luas Persegi

L =  S2 atau L = s x s

L = Luas persegi

S =  Sisi

Jadi, cara baca rumus adalah Luas = Sisi x Sisi

Rumus Luas Persegi Panjang

Rumus Luas Persegi Panjang

L = p x l

L = Luas persegi panjang

p = panjang

l = lebar

Jadi, cara baca rumus adalah Luas = panjang x lebar

Rumus Luas Segitiga

Rumus Luas Segitiga

Terdapat empat macam segitiga yang memiliki rumus luas berbeda-beda. Inilah masing-masing rumus luas segitiga :

Luas Segitiga Siku-Siku

Luas Segitiga Siku-Siku

L = ½ x a x b

Untuk luas segitiga siku-siku, sama dengan menghitung setengah dari empat persegi panjang. Huruf b bisa dianggap sebagai panjang persegi panjang tersebut, dan huruf a itu sendiri bisa dianggap sebagai lebar. Karena luas persegi panjang adalah a x b, dan segitiga siku-siku merupakan setengah dari persegi panjang. Maka, terbentuklah rumus ½ x a x b.

Luas Segitiga Sama Kaki

Luas Segitiga Sama Kaki

L = a x t

a = alas

t = panjang garis tegak / tinggi

atau bisa dituliskan dengan rumus :

L = 2 x (½ x a x t)

Cara ini digunakan jika mencari luas dari setengahnya segitiga sama kaki. Ketika sudah didapatkan hasil dari setengahnya, maka Anda tinggal mengalikan 2. Untuk mencari tinggi dari segitiga sama kaki, Anda bisa menggunakan rumus pitagoras.

Luas Segitiga Sama Sisi

Luas Segitiga Sama Sisi

L = s x t

L = Luas segitiga sama sisi

s = Sisi dari ketiga sisi

t = tinggi

Luas Segitiga Sembarang

L = Luas segitiga sembarang

s = sisi

a, b, c = ketiga sisi segitiga

Rumus Luas Lingkaran

Rumus Luas Lingkaran

L = π x d2/4 = π x r2

L = Luas lingkaran

π (phi) = 3,14 atau 22/7

r = jari-jari atau setengah diameter

Rumus Luas Jajar Genjang

Rumus Luas Jajar Genjang

L = a x t

L = Luas jajar genjang

a = alas

t = tinggi

Rumus Luas Trapesium

L = ½ x (a + b) x t

L = Luas trapesium

a, b = sisi yang sejajar

t = tinggi

Sedangkan untuk bangun datar lainnya, ada yang memiliki faktor pendukung seperti alas atau tinggi pada segitiga ataupun trapesium dan jajar genjang. Karena bangunbangun ini memilliki ukuran tinggi yang tidak bisa dikatakan sebagai panjang atau lebar.

Salah satu contoh rumus luas pada segitiga yaitu alas dikalikan pada setengah dari ukuran tinggi. Pada intinya dalam mencari luas adalah dengan mengalikan salah satu bagian bangun datar tersebut dengan bagian yang lainnya, kecuali lingkaran.

Rumus Keliling Bangun Datar

Rumus Keliling Bangun Datar

Lain luas lain lagi keliling. Lain halnya dengan luas, keliling pada bangun datar juga memiliki rumus tapi sedikit lebih mudah, karena keliling sifatnya hanya mengelilingi sebuah bangun datar tersebut.

Pengertian adalah jumlah satu putaran pada sebuah bidang datar. Sehingga dapat diartikan dalam mencari keliling sebuah bidang atau bangun datar pada dasarnya adalah dengan menghitung atau menjumlahkan ke semua sisinya. Namun, karena sebuah bangun datar memiliki istilah sendiri dalam menyebutkan bagian-bagian sisinya, sehingga kita memerlukan rumus yang dipakai dengan simbol-simbol tertentu.

Rumus Keliling Persegi

Rumus Keliling Persegi

Adapun salah satu contoh rumus keliling yang menggunakan simbol tertentu seperti pada rumus keliling persegi adalah 4 kali jumlah sisi yang ditulis menjadi:

K = 4 x s atau K = s x s x s x s

Keliling = 4 x sisi

Rumus Keliling Persegi Panjang

Di sisi lain, rumus keliling persegi panjang yaitu 2 kali panjang ditambah dua kali lebar yang ditulis menjadi:

(2 x p) + ( 2 x l)

p = panjang

l = lebar

Dibaca keliling = (2 x panjang) + (2 x lebar)

Rumus Keliling Segitiga

Rumus Keliling Segitiga

a + b + c

Dibaca dengan Keliling = panjang sisi 1 + panjang sisi 2 + panjang sisi 3

Rumus Keliling Lingkaran

Rumus Keliling Lingkaran

2πr

Dibaca Keliling = 2 x phi x jari-jari

Rumus Keliling Jajar Genjang

Rumus Keliling Jajar Genjang

2 x ( a + b)

Dibaca dengan 2 x (sisi a + sisi b)

Rumus Keliling Trapesium

Rumus Keliling Trapesium

a + b + c + d

Dibaca dengan sisi a + sisi b + sisi c + sisi d

Rumus Keliling Bangun Datar Lainnya

Rumus Keliling Bangun Datar Lainnya

Sama dengan luas, pada keliling bangun datar sederhana berbeda dengan bangun datar jenis lain seperti segitiga contohnya. Karena segitiga memiliki sisi yang disebut dengan alas dan tinggi, begitupun trapesium dan jajar genjang. Secara umum, rumus keliling semua bangun datar adalah sebagai berikut.

A + B + C + … (sesuai dengan jumlah sisi)

Selain itu, ada yang lebih istimewa lagi diantara keseluruhan bangun datar yaitu lingkaran. Sebuah lingkaran memiliki rumus luas dan keliling yang agak berbeda caranya. Tapi kesemuanya tetap berpedoman pada sisi yang dimiliki masing-masing bangun datar.

Kesimpulannya, ketika ditemukan soal tentang rumus luas, maka harus digabungkan rumus luas pertama dan kedua atau seterusnya, tergantung jumlah bangun datar. Namun, jika yang ditanyakan adalah keliling, maka yang dijumlahkan adalah bagian yang tepi saja. Jika berimpit di tengah maka bagian tersebut tidak dihitung.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *