Mengetahui Sejarah Tari Kecak, Perkembangan dan Fungsinya

Sejarah Tari Kecak – Tari Kecak merupakan salah satu jenis dari tarian tradisional yang asalnya yaitu dari budaya masyarakat Bali. Tarian tradisional ini  memiliki keunikan tersendiri, karena pada pementasannya, untuk penarinya jumlahnya sangat banyak sekali.

Nama “Kecak” juga diambil dari bunyi suara “Cak..cak..cak” yang diucapkan oleh para penari untuk dijadikan musik pengiring tarian. Tari kecak juga sudah menjadi tarian yang populer sampai di mancanegara, bahkan banyak juga yang menyukai dengan gerakan tarian ini.

Mengenal Sejarah Tari Kecak

sejarah tari kecak

Tari kecak juga termasuk satu jenis tari tradisional dari bali yang begitu memukau para penonton. Tari ini memang unik jika dilihat dari gerakan dan juga kemistikan dalam pertunjukan yang menjadikan tarian ini tampak begitu istimewa untuk banyak para wisatawan.

Entah itu untuk domestik atau yang dari mancanegara yang langsung bisa melihat tarian tersebut saat berkunjung di Pulau Bali. Jadi, tidak bisa dipungkiri apabila jenis tarian yang merupakan ciptaan dari Wayan Limbak ini begitu terkenal sampai dengan ke mancanegara.

Sejarah tari kecak sebenarnya juga dari ritual pemujaan masyarakat Bali kuno pada Tuhan serta pada roh leluhur yang dinamakan dengan ritual Sanghyang.

Pada acara ritual ini, para penari biasanya kondisinya sedang tidak sadar. Bahkan mereka dipercaya mampu melakukan komunikasi dengan Tuhan di dalam menyampaikan harapan-harapan serta keinginan untuk rakyatnya.

Sejarah Tari Kecak

sejarah tari kecak

Tari kecak ini memang termasuk tarian yang pada mulanya muncul dan juga diciptakan oleh seniman yang asalnya dari Bali, yang bernama Wayan Limbak dan salah satu sahabatnya yang asalnya dari Jerman.

Di awal adanya jenis tari ini tercipta dengan tidak sengaja.  Yang mana sejarah tari kecak ini diambil dari sebuah tarian adat pemujaan yang populer dengan nama Shangyang.

Sanghyang juga merupakan jenis tarian tradisional Bali yang diselenggarakan pada saat upacara religi. Diantaranya seperti menolak bala dan juga untuk mengusir suatu wabah penyakit.

Setelah ada acara Sanghyang inilah, maka selanjutnya Wayang Limbak bersama dengan Walter Spies berencana untuk menciptakan sebuah gerakan tarian.  Yang mana tujuannya untuk salah satu wujud kecintaan mereka pada budaya serta kesenian Bali.

Salah satu jenis kesenian tarian ini disuguhkan oleh para penari yang duduk dengan posisi melingkar dan mereka bersama-sama kata “cak-cak-cak-cak”dengan kompak.

Lalu untuk gerakan tangan yang disajikan ketika acara pertunjukan sesungguhnya mengisahkan sebuah cerita Ramayana. Yaitu ketika ada peristiwa Dewi Shinta yang telah diculik oleh Rahwana.

Sampai pada akhirnya, dalam pertunjukan pada tari kecak ini menyuguhkan kisah pembebasan Dewi Sintha dari sang penculik yaitu dari tangan Rahwana.

Untuk mendukung cerita yang diperagakan itu, maka dalam pertunjukan tari tradisional Bali selalu ada beberapa tokoh yang disitu memerankan peran utama untuk berperan sebagai Hanoman, Sugriwa, Dewi Shinta, Rhama, dan juga Rahwana.

Wayang Limbak bekerja keras dalam mempromosikan serta mencoba mengenalkan tari kecak sampai dengan ke mancanegara ketika tahun 70-an.

Tak hanya mengenalkan keunikan dalam pementasan tarian ini, akan tetapi untuk daerah asal dari tarian tradisional ini juga ikut populer di dunia Internasional. Dengan demikian, bisa menarik para wisatawan mancanegara agar mereka berkunjung ke Bali.

Perkembangan Tari Kecak

sejarah tari kecak

Untuk perkembangannya, tari tradisional ini juga menceritakan kisah pewayangan ini dimainkan oleh laki-laki yang jumlahnya tak terbatas.

Namun, terkadang juga disajikan oleh puluhan orang, akan tetapi, hanya ada pada acara tertentu ada juga yang dipertunjukkan secara massal dengan jumlah ribuan penari.

Perkembangan tari kecak dari mulai pertama dimunculkan sampai sekarang ini memang dapat dikatakan cukup membanggakan.

Tak hanya masyarakat Bali pada seni garapan Wayan Limbak saja. Akan tetapi, para wisatawan yang berkunjung ke Bali juga begitu tertarik untuk menyaksikan sebuah pertunjukan dari seni tari ini.

Jadi, tidak bisa dipungkiri apabila pemerintah daerah setempat menjadikan tari kecak ini menjadi salah satu icon kesenian serta kebudayaan daerah. Bahkan, The Monkey Dance sudah terkenal menjadi julukan tari tradisional Bali yang berikut ini.

Adanya pemberian nama ini sebab ada pertunjukan yang ada adegan pada memakai api dan juga tokoh utama yang berperan menjadi kera/ Hanoman.

Fungsi Tari Kecak

Untuk tari kecak ini merupakan tarian yang berasal dari kreasi upaca shangyang. Oleh sebab upacara shangyang tersebut adalah jenis kegiatan sakral dan hanya bisa dilakukan di Pura.

Dengan demikian Wayan Limbak berinovasi dari inspirasi gerakan shangyang tersebut untuk dijadikan sebagai  gerakan tari yang populer sampai saat ini hingga ke mancanegara. Sedangkan fungsi tari kecak dapat kita kelompokan secara garis besar sebagai berikut.

1. Sebagai Sarana Hiburan

Terciptanya gerakan tarian ini secara sadar diperagakan untuk mempertunjukkan suatu kesenian khas bali terhadap para masyarakat umum. Tarian ini tujuannya juga untuk sarana hiburan baik para masyarakat setempat atau untuk para wisatawan yang berkunjung ke Bali.

2. Usaha Melestarikan Kebudayaan

Pada tarian yang bermula dari upacara Sanghyang ini, ternyata ada kisah dan cerita dari awal sampai pada akhir pertunjukan. Cerita yang diperagakan dalam gerakan tari termasuk ide baru pada sebuah usaha melestarikan kebudayaan Hindu, terutama pada kisah Ramayana.

3. Cerita Dalam Tarian

Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya, jika pertunjukan tari kecak ini adalah tarian yang berfungsi untuk dijadikan sebagai usaha melestarikan kebudayaan disini. Untuk alur cerita yang disuguhkan dalam suatu pementasan pada umumnya yaitu berupa kisah diculiknya Dewi Shinta oleh Rahwana. Kemudian Rama melakukan berbagai macam usaha untuk bisa membebaskan Dewi Shinta dari tangan Rahwana.

Keunikan Sejarah Tari Kecak

Perlu kita ketahui, jika dalam seni pertunjukan sejarah tari kecak ini juga terdapat beberapa keunikan, yang mana keunikan yang ada dalam tarian tersebut diantaranya ada pada;

  • Gerakan

Gerakan tarian kecak yang ada pada suatu pertunjukan,  baik itu ketika diadakan di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Ubud, atau di tempat lain juga tampak seperti seseorang yang sedang melakukan suatu pemujaan ketika acara upacara Shangyang.

  • Musik pengiring

Musik pengiring yang ada pada tari kecak ini juga dinilai merupakan hal yang sangat unik. Sebab, hampir tidak ada alat musik yang dimainkan untuk dijadikan sebagai pengiring pertunjukan tarian ini.

Musik yang bisa kita dengarkan dalam sajian tarian yang merupakan khas dari Bali ini hanya terdengar dari gemerincing gelang yang dipakai pada tangan para penari. Kemudian untuk suara lain hanya terdengar langsung dari mulut para penari.

Ucapan mereka seakan-akan terdengar saling bersahutan dengan mengucapkan bunyi “cak-cak-cak-ke-cak-cak-cak”.

  • Drama

Keunikan dari jenis tarian tradisional ini yaitu pada drama yang dipertunjukkan dalam tarian ini. Drama yang dipertunjukkan dalam pementasan itu termasuk cerita Ramayana yang menceritkan tentang kisah usaha pembebasan Dewi Shinta dari tangan Rahwana. Hal ini dilakukan oleh Rama dan juga bersama dengan beberapa sahabatnya.

Itulah sejarah tari kecak yang bisa menjadi referensi kita untuk menambah wawasan seputar seni tradisional di Bali.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *