Teori Atom Thomson : Pengertian, Sejarah, Kekurangan & Kelebihan

Pengertian Teori Atom Thomson serta Kelebihannya –Bicara soal atom, apa yang ada di benak Anda? Bagi yang masih ingat pelajaran kimia saat sekolah dulu, mungkin masih hapal apa itu atom.

Nah, dalam materi tentang atom tersebut, mungkin kamu dikenalkan dengan beberapa teori mengenai atom dari berbagai ahli. Salah satunya adalah teori atom Thomson.

Sejarah Teori Atom Thomson

Sejarah Teori Atom Thomson
Sejarah Teori Atom Thomson

Teori tersebut dikeluarkan oleh Sir Joseph John Thomson (1856-1940), atau nama lainnya J.J Thomson, seorang profesor senior di Cambridge University yang mempelajari dan sering bereksperimen di bidang ilmu Fisika.

Pada awalnya, atom dikenal memiliki bentuk berupa bola pejal seperti halnya bola biliar. Teori tersebut bertahan sampai akhir abad ke-18.

Pada tahun 1897, Thomson melakukan percobaan menggunakan tabung sinar katode. Penelitian tersebut dilakukan untuk meneliti lebih lanjut soal penemuan Julius Plucker itu. Sebenarnya, penemuan tersebut telah disempurnakan oleh William Crookes.

Ketika itu, Thomson melihat bahwa jika tabung vakum dilewati arus listrik, maka akan terbentuk semacam aliran berkilau. Thomson mendapati aliran berkilau tersebut “dibelokkan” ke arah plat kutub positif.

Dari penelitiannya itu, Thomson menemukan bahwa sinar katode merupakan partikel, karena dapat memutar baling-baling yang diletakkan di antara anode dan katode.

Dari hasil percobaan itu JJ. Thomson menyimpulkan bahwa sinar katode merupakan partikel penyusun atom yang bermuatan negatif. Selanjutnya, partikel itu disebut elektron.

Pernyataan Thomson itu sekaligus mematahkan teori Dalton, yang bilang bahwa sebuah atom tidak bisa dipecah lagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.

Baca juga : Rumus Periode

Pada tahun 1904, Thomson mengeluarkan teori mengenai atom berdasarkan hasil percobaannya. Teori tersebut berbunyi sebagai berikut:

  • Sebuah atom terdiri dari bola yang bermuatan positif yang seragam, yang di dalamnya tertanam elektron yang bermuatan negatif.
  • Besar muatan positif dan negatif di dalam sebuah atom sama, sehingga atom secara keseluruhan bermuatan netral.

Untuk menduung teori tersebut, Thomson merilis sebuah model atom yang disebut plum pudding model (model roti kismis). Penyebutan tersebut didasari dari perumpamaan atom sebagai roti kismis.

Dimana “kismis-kismis” muatan negatif (elektron) tertanam di dalam “roti” yang bermuatan positif. Berikut ini adalah gambaran modelnya:

plum pudding model
Plum Pudding Model

Referensi : Wikipedia

Pada gambar di atas, bagian berwarna oranye memiliki muatan positif, sedangkan bola-bola kecil berwarna hijau adalah elektron.

Selain roti kismis, teori atom Thomson dapat diibaratkan seperti semangka. Dimana daging buah semangka yang berwarna merah digambarkan sebagai “ruang” yang bermuatan positif, sedangkan biji-biji yang tersebar di dalamnya dianggap seperti elekton yang bermuatan negatif.

Kelebihan dan Kekurangan Teori Atom Thomson

Kelebihan dan Kekurangan Teori Atom Thomson
Kelebihan dan Kekurangan Teori Atom Thomson

Kelebihan dari teori atom Thomson yaitu mampu membuktikan adanya partikel lain di dalam atom yang memiliki muatan negatif. Itu artinya, atom bukanlah bagian yang terkecil dari suatu unsur.

Meskipun J. J. Thomson mendapatkan hadiah Nobel dari hasil penelitiannya tersebut, tetapi model roti kismis Thomson Thomson ternyata masih memiliki banyak kekurangan, diantaranya:

  • Pernyataan bahwa atom berbentuk bola bermuatan positif dengan jumlah muatan yang seragam terbukti salah. Ernest Rutherford (1871-1937), salah seorang murid dari J.J. Thomson, menemukan bahwa atom mempunyai muatan positif yang terpusat di inti (nukleus) dan menyumbang sebagian besar massa atom.
  • Tidak ada penjelasan mendalam soal awal mula muatan positif dan negatif di dalam model atom Thomson bisa tersusun pada keadaan stabil

Sekian artikel kami kali ini yang mengulas tentang teori atom Thomson. Meskipun teori tersebut telah terbantahkan, teori tersebut telah membuka tonggak sejarah baru dalam penemuan ilmiah.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *